August 12, 2016

Us Girls Around London pt.2

Memulai hari liburan di musim dingin itu sungguh dilema. Apalagi di apartemen kami yang ternyata nyaman banget di Fulham. Lain halnya dengan musim panas yang waktu tidur langit masih terang dan pas bangun langit udah terang lagi, kali ini langit gelap melulu. Bangun jam 8 kayak kebiasaan liburan kami yang lalu jadi susah banget. Langit dan selimut ngajak meringkel di tempat tidur terus, tapi di saat yang bersamaan gak mau rugi waktu dan pengen buru-buru keluyuran karena tau nanti jam 4 sore udah gelap lagi.


Saat hanya berdua sama Aira gini kegiatan siap-siap pagi hari gak terlalu sulit, sih. Hanya perlu nyiapin sarapan dan antri mandi untuk dua orang, kemudian kami siap berangkat. Tujuannya Victoria & Albert Museum, mencari Peter Pan Statue di Kensington Gardens, mengunjungi British Library, lalu janjian ketemu Pakted dan Aidan yang akan kembali dari Liverpoo hari itu di stasiun Kings Cross.


Kami gak kesulitan menemukan V&A Museum, berkat aplikasi citymapper tentunya. Plus tahun lalu pernah berkunjung ke Science Museum dan Natural Historic Museum yang lokasinya berderetan dengan V&A. Kami di South Kensington dan berjalan menyusuri pedestrian tunnel, kemudian memasuki V&A melalui pintu masuk dari tunnel. Artinya kami akan mulai menjelajah museum dari lantai dasar.




Just so you know, V&A is a HUGE museum. Claimed to be the world leading museum of art and design, V&A houses more than 5 million objects that span over 5000 years of human creativity. Jadi, basically, apapun yang diciptakan manusia, dari negara manapun, dan agama apapun. Sisihkan setidaknya dua jam kalau mau ke sini. Saya dan Aira menjelajah mulai dari mencoba 'berurutan' mengikuti tahun, lalu tau-tau koleksi mulai dibagi per-negara, eh kemudian ada bagian koleksi kebudayaan Islam dan beberapa agama/kepercayaan lain, eh tau-tau satu ruangan berisi patung-patung raksasa (termasuk patung Apollo-nya Michaelangelo yang bikin Aira pura-pura gak liat anatomi tertentu si pantung raksasa), hall dengan deretan patung-patung dan murid-murid (tampaknya sekolah art) yang duduk-duduk di sana membuat sketsa patung-patung tadi, lalu satu ruangan besar besrisi evolusi fashion, satu ruangan berisi jewelry, puluhan ruangan berisi furniture (termasuk tempat tidur ratu Inggris that gave me the creeps), lalu kami pun menyerah dan mulai memasuki ruangan secara acak aja.












Setelah (cukup) puas, kami kemudian meninggalkan V&A, dengan Kensington Gardens sebagai tujuan berikut. Neverlostneverland surely had to pay a visit to the Peter Pan statue, right? 

Kami menyusuri Exhibition Road sampai ke Kensington Road dan berbelok sebentar ke Albert Memorial. Baru kemudian menyusuri Kensington Gardens dan tepian The Serpentine mencari Peter Pan statue. Saat itu minim hijau-hijau, apalagi bunga, di sana. Yang ada hanya pohon-pohon gundul dan udara dingin, yang buat saya tetap terlihat cantik. Duh coba ada tukang baso di situ, enak banget makan baso anget-anget di udara dingin begitu. Hehehe.. Dengan bantuan citymapper kami akhirnya sampai juga di Peter Pan statue yang menghadap The Long Water (sambungannya Sepentine yang udah mendekat ke arah Italian Gardens).







Mengunjungi Peter Pan statue semacam milestone buat saya dan blog ini. And it looked as whimsical as I imagined it would be. Lokasinya seperti di dalam nook dengan pohon-pohon di belakangnya, menghadap Long Water dimana banyak terdapat angsa dan bebek. In my opinion, it kinda represent childhood, dreams, and adventure. Peter berdiri di atas bongkahan kayu dikelilingi peri-peri dan hewan-hewan kecil. He stood there quietly. enclosed by nature, fairy, and critters,  only a mile away from the busy and crowded world of adult life. 

Menurut situsnya, lokasi ini dipilih sendiri oleh J.M. Barrie yang memang tinggal di dekat Kensington dan menjadikan taman ini inspirasi ketika menulis Peter Pan. Di dalam kisahnya, Peter kecil terbang meninggalkan kamar bayi-nya dan mendarat di tepi Long Water, tempat kemudian patung perunggu ini didirikan. :))






Nah, setelah urusan Peter Pan yang memang salah satu buku favorit saya, kini urusan Alice in Wonderland, salah satu buku favorit Aira. We said goodbye to Peter and the dreamy Neverlanda to went on our way to the British Library, visiting Alice and the quirky Wonderland on her 150th anniversary. Iya, karya Lewis Carroll itu sedang dirayakan hari jadinya yang ke-150 dengan ini exhibition dan pop up store di British Museum.








Gak sulit menemukan British Library di dekat Kings Cross dan St. Pancras. Pameran Alice yang sedang berlangsung sebenernya gak besar, tapi keren menurut saya, dan mega keren menurut Aira. Yang dipamerkan mulai dari manuscript aseli dengan tulisan tangan Lewis Carroll, cerita tentang 'Alice' yang sesungguhnya, yang jadi sumber inspirasi Carroll untuk tokoh Alice (yang foto aselinya juga kami lihat di National Portrait Gallery kemarin), juga berbagai karya dan benda-benda yang terinspirasi karya Lewis Carroll ini. How it had been re-imagined, re-told, re-interpreted, and re-illustrated through 150 years. Tentunya yang bagian ini tidak boleh difoto. Mungkin kalau mau tau apa saja yang dipamerkan bisa intip disinidisinidisini, dan disini.

Sudah pasti Aira gak bisa diburu-buru di sini. Jadi setelah melihat semuanya dan sambil menunggu Aira saya foto-foto bagian depan exhibition yang memang boleh difoto. Kemudian duduk manis mengistirahatkan si kaki yang udah mulai pegel. Pop up store-nya pun lucu luar biasa, dekorasi maupun benda-benda yang dijual. Karena gak murah (seperti apapun juga di London ini), Aira cukup bahagia membeli beberapa pin, keychain, dan coloring books. Si anak manis yang baik hati. :))












Jam janjian dengan Pakted dan Aidan sudah mendekat, dan kami belum makan siang. Maka kami pun menyimpan Neverland dan Wonderland di dalam hati kami dan meninggalkan British Library menuju Kings Cross untuk makan siang sambil menunggu para lelaki datang dan kemudian menuju Platform 9 3/4.

“So come with me, where dreams are born, and time is never planned. Just think of happy things, and your heart will fly on wings, forever, in Never Never Land!” 
― J.M. BarriePeter Pan: Fairy Tales

“Why, sometimes I've believed as many as six impossible things before breakfast.” 
― Lewis CarrollAlice in Wonderland


No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...