November 23, 2015

Review: Aparthotel in Leeds & Liverpool



Iya, saya terlalu malas untuk menulis review terpisah mengenai akomodasi kami selama liburan di Inggris. Jadi akhirnya saya kelompokkan jadi dua saja, aparthotel dan apartemen.

Kami memang sengaja tidak menginap di hotel, karena menyewa dua kamar hotel untuk kami berempat tentu tidak murah, sementara gak mungkin juga disatukan dalam satu kamar. Selain itu kami memilih aparthotel atau apartemen karena ada dapur dan mesin cucinya. Jadi lebih praktis urusan pakaian kotor dan makan.

Selama di Leeds kami menginap di Roomzzz. Ada dua Roomzzz di kota Leeds, yang ditengah kota dan yang di sisi barat kota. Kami menginap di Roomzzz Leeds City West, karena waktu Rendy pertama datang ke Leeds, Mamah Papah menginapnya di sini. Lokasinya juga walking distance dari apartemen Rendy, jadi gampang buat si Oom bolak-balik ke sini. Selama kami pergi ke Liverpool dan London, Mamah Papah akan tetap di Leeds, jadi aparthotel ini memang pilihan yang paling ideal.

Terus terang saya gak foto-foto kondisi di dalam aparthotel, karena memang gak terlalu berkesan kalau secara interior. Tapi kondisinya sangat layak dan nyaman. Kami memilih tipe kamar Smart Studio. Ada satu double bed, satu sofa, televisi kecil, music player, wifi. Perlengkapan dapur juga lengkap mulai dari kompor, lemari es, microwave, segala kebutuhan memasak seperti panci, wajan, dan sebagainya, juga perlengkapan makan, mesin cuci front loader dengan dryer, dan dishwasher. Kamar mandinya mungil tapi bersih. Sabun dan shampoo tersedia dalam dispenser besar dan wanginya enak, gak seperti shampoo sabun di hotel umumnya. 


Karena kami di sana di awal summer, jadi udara masih agak dingin. Kalaupun terasa mulai panas (yang tentu gak bisa dibandingin dengan ukuran panas di Jakarta), tinggal buka jendela sedikit dan ruangan sudah terasa nyaman. Menurut review yang saya baca, jika berkunjung di puncak musim panas, jangan pilih kamar di lantai teratas karena cenderung lebih panas.

Rate menginap di Roomzzz pun cukup terjangkau. Karena harga-harga di Leeds memang lebih murah dibandingkan dengan di London atau Edinburgh. Harga juga sudah termasuk sarapan. Nah, yang dimaksud dengan sarapan adalah semacam breakfast bar mungil di lobi Roomzzz. Setiap pagi di sana tersedia beberapa pilihan pastry, muffins, pisang, just kotak, dan pilihan kopi, teh atau susu coklat. Kita tinggal mengambil makanan yang kita mau, memasukkannya ke dalam paper bag yang tersedia dan membawanya ke kamar. 




Kalau kita perlu membeli beberapa keperluan, Tesco bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 5 menit. City Center juga bisa kami jangkau dengan berjalan kaki dari Roomzzz. Sekarang setelah dikira-kira, jaraknya sekitar dari rumah saya di Pondok Labu sampai RS Fatmawati. Kalau di Jakarta sih, males banget jalan segitu jauhnya. Tapi waktu disana kami dengan senang hati jalan kaki kesana-kemari. 

Si Mamah favorit banget sama kota Leeds. Beliau akan belanja ke pasar, beli beragam daging dan setiap kami pulang jalan-jalan di dalam kamarnya sudah tersedia nasi panas dan lauk macam rawon, rendang, dan sebagainya.







Untuk penginapan di Liverpool, sekali lagi kami memilih aparthotel. Preferably yang lokasinya enak jadi kami mudah kemana-mana, mengingat kami hanya menginap satu malam di sana dan tentu gak mau rugi waktu. Akhirnya pilihan jatuh pada Signature Living Apart-Hotel. Mereka memiliki dua jenis akomodasi, aparthotel dan serviced apartement, yang tersebar di 4 lokasi. Serviced apartemen yang jadi pilihan kami adalah unit dengan 1 kamar (double bed) dan 2 sofa bed, berlokasi di Victoria Street. Setelah sibuk ngecek google maps sampe google earth, si Victoria Street ini terlihat cukup dekat ke Albert Dock dan masih walking distance dari Liverpool One, pusat perbelanjaan paling besar di Liverpool. Selain itu masih bisa jalan juga dari bus station tempat kami tiba dari Leeds dan Lime Street Station tempat kami nantinya akan naik kereta menuju London.


Anyway, setelah kami sampai di Liverpool ternyata Signature Living lokasinya bukan sekadar strategis, tapi mega strategis! Unit aparthotel tempat kami check in hanya 10 langkah dari Liverpool One, sementara serviced apartement yang kami inapi hanya satu 'pengkolan' dari Liverpool One.

Pengalaman kami selama di Signature Living serba memuaskan. Mulai dari check in yang mudah dengan petugas yang ramah. Kami bisa menitipkan barang-barang di resepsionis karena kami mau langsung ke Anfield dan si mbak petugas juga membantu menghubungi taksi yang bukan black cab untuk mengantar kami ke Anfield. Begitu kami kembali dari Anfield, sudah ada mbak petugas lain yang menunggu di apartemen kami bersama koper-koper kami. Mbak ini pun mega ramah, cerita macam-macam mulai dari bahwa apartemen yang kami tempati adalah favorit dia sampai cerita pacarnya dan ayahnya yang ribut melulu soal bola karena yang satu pendukung LFC sementara yang satunya Everton. Kamu juga mendapat sekotak besar coklat sebagai tanda selamat datang.



Apartemennya sendiri lebih luas dari yang saya bayangkan, mengingat foto-foto di website kan seringkali mengecoh. Interiornya serba fancy dan mengilap. Rupanya salah satu market mereka adalah menyewakan unit untuk group party. Kata si mbak ada beberapa apartemen yang bertema, tema James Bond misalnya. Yang pasti ruang tengah yang menyatu dengan ruang makan dan dapur luas sekali. Begitu juga dua sofa bed yang dipakai tidur anak-anak. Sebenarnya satu sofa bed saja sudah cukup untuk mereka berdua, tetapi setelah sempit-sempitan di Roomzzz, tentunya mereka dengan senang hati tidur di sofa bed masing-masing.






Seperti juga di Roomzzz, perlengkapan dapur dan cuci mencuci lengkap di sini. Malah disediakan deterjen segala. Selain itu juga ada coffee maker dan milk pod-nya. Kamar mandi ukurannya memadai dengan bath tub. Apartemen ini juga yang membuat kami menyesal hanya menginap semalam di Liverpool. Dengan harga yang 70 pounds semalam, kami dapat apartmen yang luas, kece, dan nyaman. Kekurangannya hanya untuk mencapai lift kita harus melewati tangga dulu, jadi begitu kami harus nurunin koper ketika pulang, effort-nya lumayan juga. Kecuali itu, Signature Living adalah temuan yang sangat berhasil dan kalau suatu saat kembali ke Liverpool akan menjadi pilihan pertama kami. :)

Signature Living Serviced Apartement

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...